• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah Raya, Minggu 05 Feb 2017

Ibadah Raya, Minggu 05 Feb 2017

Ibadah Raya, Minggu 12 Februari 2017

Ibadah Raya, Minggu 12 Februari 2017

Delete this element to display blogger navbar

0 Sebuah Akhir Yang Baik

Pengkhotbah 7: 8 "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati."

Alkitab dipenuhi dengan kisah orang-orang yang memulai hidup mereka dengan baik tetapi berakhir mengerikan, seperti Raja Saul dan Samson. Lalu ada juga orang-orang yang mulai dengan buruk tetapi berakhir dengan baik.

Lihat Nikodemus yang kita baca dalam Yohanes 3. Dia hanya seorang pria yang datang kepada Yesus di malam hari dengan beberapa pertanyaan. Tak ada indikasi bahwa ia menjadi orang percaya pada saat itu. Namun di akhir cerita dikatakan bahwa setelah Kristus disalibkan, ia memberanikan diri bersama dengan Yusuf dari Arimatea meminta Pilatus agar mereka dapat memberikan penguburan yang layak bagi Yesus. Nikodemus adalah orang Farisi. Ia mungkin tidak memulai hidupnya dengan baik, tapi ia mengakhirinya dengan sangat baik.

Ini boleh jadi sama dengan Ester. Mungkin kita bisa berargumen apakah Ester seharusnya dari awal jujur mengenai jati dirinya yang seorang Yahudi ketika ia dipilih oleh Raja Xerxes (Ahasyweros) untuk menjadi ratunya. Tetapi jika seandainya raja tahu Ester adalah seorang Yahudi, mungkin ia tidak akan pernah menikahinya. Dan jika ia tidak menikahinya, mungkin Ester tidak akan memperoleh posisi penting di kerajaan dan tak akan bisa menyelamatkan bangsanya. Tetapi kalaupun pada mulanya Ester membuat kesalahan, meskipun ia berkompromi, meskipun ia tidak mungkin memulai segalanya dengan baik, ia mengakirinya dengan sangat baik.

Mungkin Anda telah membuat beberapa kesalahan dalam hidup. Mungkin Anda berkompromi dengan apa yang salah dan melakukan beberapa hal yang tak seharusnya dilakukan. Mungkin Anda merasa kesalahan Anda sudah tak bisa diperbaiki dan dosa Anda tak terampuni. Pemikiran itu tidak benar. Anda masih bisa berubah. Jika Anda telah membuat kesalahan-atau lebih tepatnya, jika Anda telah berdosa, Anda masih bisa bertobat.

Salomo, orang paling bijaksana yang pernah ada, menulis, "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati" (Pengkhotbah 7: 8).

Tidak penting bagaimana Anda memulainya; yang terpenting ialah bagaimana Anda mengakhirinya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28


Jika Anda telah melakukan kesalahan, bertobatlah sekarang
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ketika Segalanya Tampak Suram

Kisah Para Rasul 12:5 "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah."

Kisah Para Rasul 12 dibuka dengan sebuah skenario suram. Yakobus telah dieksekusi mati. Petrus dipenjarakan oleh Raja Herodes dan sedang menanti gilirannya untuk dieksekusi. Tetapi kemudian kita membaca bahwa "jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah" (ayat 5). Para jemaat turut memikirkannya dan mulai berdoa. Maka kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk membebaskan Petrus dari penjara, dan kisah ini berakhir bahagia.

Kemudian seperti yang dicatat di akhir Kisah Para Rasul 12, Raja Herodes, yang menjadi dalang peristiwa ini, memberi pidato besar di hadapan rakyatnya, tetapi mereka mulai bersorak membalasnya, "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" (Ayat 22). Allah pun menghukum Herodes dan ia mati seketika itu juga.

Cerita ini dimulai dengan Herodes yang memegang tampuk kekuasaan, lalu Petrus dijebloskan ke penjara, dan kemudian iblis menang. Tetapi di akhir cerita, Herodes mati, Petrus dibebaskan, dan Firman Tuhan menang. Hal ini menunjukkan mengapa kita harus selalu ingat untuk berdoa. 

Mungkin saat ini Anda tengah menghadapi skenario kehidupan yang suram. Mungkin Anda menerima kabar buruk dari dokter atau menghadapi situasi sulit di tempat kerja. Mungkin ada satu masalah dalam keluarga Anda. Mungkin situasi menjadi kian buruk dan buruk dan Anda tak tahu apa yang harus diperbuat. Doakan hal itu. Minta bantuan teman-teman Kristen Anda untuk mendoakan pergumulan ini bersama-sama dengan Anda. Bawa permasalahan Anda ke hadapan Allah, sebab bersama-Nya segala sesuatu mungkin. Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.

Di awal kitab Ester, segalanya tampak suram juga. Saat itu tinggal Haman, seorang pembesar di kerajaan Persia yang diberi kuasa penuh oleh sang raja, ia membantai orang-orang Yahudi. Tetapi mereka berdoa sehingga Allah turut campur tangan menolong mereka. Bagaimana akhir ceritanya? Orang-orang Yahudi diselamatkan, dan Haman dihukum mati. Jadi, jangan menyerah di dalam situasi sulit sekali pun.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46


Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Keberanian Untuk Mencoba

Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Kita semua memiliki bakat dan karunia yang Allah berikan kepada kita. Bagi Ester, seorang wanita muda Yahudi yang tinggal di ibukota kerajaan Persia, karunia itu ialah kecantikan yang luar biasa. Kadang orang-orang yang paling cantik atau yang paling tampan adalah mereka yang paling bodoh. Tapi itu tidak berlaku bagi Ester. Dia memiliki kehidupan spiritual yang luar biasa pula. Dia juga memiliki sifat-sifat Allah. Dia menerima apa yang telah diberikan Allah kepadanya, dan kemudian menggunakannya dengan baik. Dia juga menunjukkan keberanian dan kecerdasan dalam menghadapi kesulitan.

Beberapa orang berbakat dalam musik (tapi ada juga yang berpikir begitu, padahal tidak berbakat sama sekali). Beberapa orang adalah seniman yang berbakat. Beberapa orang cakap dengan angka. Sementara yang lainnya cakap dalam membangun bangunan. Beberapa orang punya talenta sebagai visioner besar, punya pemikiran yang jauh ke depan tetapi mungkin tidak terlalu mahir dalam mempraktekkannya, sementara yang lain begitu rinci dan detil namun tidak terlalu memiliki visi yang besar. 

Terkadang cara untuk mengetahui apa bakat dan karunia Anda ialah dengan mencoba. Walt Disney, seorang visioner, pernah bercerita tentang seorang anak kecil yang tinggal di suatu kota. Pada suatu hari, satu gerombolan sirkus datang untuk mengadakan sebuah parade. Sang pemimpin band butuh seseorang untuk bermain trombon. Anak kecil itu dengan sukarela mengajukan diri. Namun, belum ada satu blok berjalan, suara bising yang menjengkelkan keluar dari alat musik itu, sampai-sampai membuat dua wanita tua pingsan dan seekor kuda melarikan diri.

Si pemimpin musik yang kesal bertanya pada bocah itu, "Kenapa kau tidak bilang jika kau tidak bisa bermain trombon?"

"Bagaimana aku tahu?" anak itu menjawab. "Aku belum pernah mencobanya sebelumnya!"

Terkadang yang Anda harus lakukan ialah mencoba. Apapun talenta Anda, cari tahu itu. Temukan itu. Gali itu. Kembangkan itu. Dan kemudian gunakan itu, karena selalu ada tempat di gereja untuk Anda. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 31-33; Matius 22:1-22


Kita semua harus melakukan sesuatu dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tuhan Memikirkan Kita

Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Kadang orang-orang meminta saya untuk menandatangani Alkitab mereka. Juga, kadang mereka meminta saya untuk menuliskan ayat favorit saya. Ini lumayan sulit karena saya punya banyak ayat favorit. Ayat yang saya pilih biasanya tergantung apa yang sedang saya alami pada saat itu.

Jika saya sedang mengalami situasi yang menekan, saya mungkin akan menuliskan Filipi 4:6-7, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. bunyinya,"

Atau, bisa juga ketika saya prihatin dengan peristiwa peristiwa yang tengah terjadi di dunia ini, kata-kata Yesus dalam Yohanes 14:1-2 muncul dalam pikiran saya: "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."

Tetapi jika saya harus memilih satu ayat favorit, itu pasti Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Mengapa saya suka ayat ini? Sebab ayat ini mengatakan bahwa Allah yang mengendalikan hidup saya. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah selalu memikirkan saya. Apabila seandainya ayat ini berbunyi, "Sebab Aku ini mengetahui satu rancangan yang pernah Kubuat untukmu," Saya akan sangat kecewa. Tetapi Firman Tuhan ini berbunyi, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu" Rancangan-Nya atas kita bukan hanya satu, melainkan banyak- dan pemikiran-pemikiran Allah atas hidup kita itu konstan, terus-menerus. Dan rancangan-rancangan-Nya itu ialah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan, untuk memberi kita hari depan yang penuh harapan. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46


Allah yang mengendalikan hidup Anda dan Allah selalu memikirkan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Berita Baik di Dunia Yang Jahat

2 Raja-raja 7:16 "Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal, sesuai dengan firman TUHAN."

Saat itu adalah masa-masa kelam dalam sejarah Israel. Segala sesuatunya salah. Orang Israel telah tenggelam sampai ke dasar. Mereka tidak hanya ditindas oleh orang Aram, tapi juga mengalami kelaparan besar. Mereka hampir mati kelaparan. 

Mengapa musibah ini menimpa Israel? Itu dikarenakan oleh ketidaktaatan mereka yang terus-menerus kepada Allah dan penyembahan kepada dewa-dewa palsu yang tanpa henti. 

Raja Israel, dengan segala kekuasaannya, tak bisa berbuat apa pun untuk mengubah keadaan. Maka akhirnya ia mendengarkan apa yang nabi Elisa katakan. Elisa berkata kepadanya, "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria" ( 2Raja-raja 7:1). Nabi Elisa mengatakan hari pembebasan akan tiba. Dan benar saja, keesokan harinya ada banyak makanan di jalanan yang bisa dibeli dengan harga terjangkau. 

Allah bekerja secara supernatural. Ia mengosongkan perkemahan orang Aram dengan cara membuat mereka mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar (lihat 2 Raja-raja 7:6), sehingga mereka melarikan diri dari kemah mereka. Secara supernatural, Allah memimpin tiga orang kusta ke perkemahan yang ditinggalkan orang Aram tersebut dengan naluri kelaparan mereka. Ketiga orang kusta ini berjalan melewati kemah itu dan melihat ada banyak sekali makanan yang ditinggalkan. Mereka bisa saja menyimpannya untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka kembali ke kota dan mengatakan kepada para penunggu pintu gerbang kota apa yang baru saja mereka temukan. Pembebasan datang, persis seperti apa yang Allah katakan. 

Mungkin saat ini Anda sedang berada di tempat yang berpengaruh. Apakah Anda menggunakannya untuk kemuliaan Allah? Mungkin saat ini Anda berada di tempat yang penuh penderitaan dan kesulitan. Apakah Anda memanfaatkannya untuk kemuliaan Allah?

Allah telah menempatkan di mana kita berada saat ini untuk menghadapi masa sulit seperti ini. Kita perlu membawa kabar baik di dunia yang jahat ini.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 27-28; Matius 21:1-22


Allah menempatkan kita berada saat ini untuk menghadapi masa sulit dan bergantung sepenuhnya kepada Dia
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Lebih Dekat Dari Yang Kita Kira

2 Raja-raja 6:17 "Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa."

Kita sering membayangkan jika Surga adalah sebuah tempat yang jauh. Kita secara otomatis berpikir bahwa Surga ada di luar tata surya kita. Namun Alkitab tidak mengatakan bahwa Surga itu nun jauh di sana. Mungkin Surga lebih dekat dari yang kita kira. Surga ada di alam lain. Saat ini saat kita hidup di alam fisik ini, ada juga alam supranatural. 

Dalam 2 Raja-raja 7 kita menemukan satu contoh klasik bagaimana Allah bekerja, baik secara alami dan supranatural pada saat bersamaan. Allah yang supernatural mengalahkan musuh-musuh Israel, orang Siria (Aram), dengan mengizinkan mereka mendengar suara dari tentara yang mendekat, lengkap dengan kereta tempur dan kuda berderap. Ini bukan ilusi atau sulap. Ini hanya gambaran sekilas di balik alam supranatural.

Kemudian, pada bab sebelumnya, ada kisah tentang Elisa dan hambanya. Raja Aram mengirim pasukannya untuk menangkap nabi Elisa, dan ketika hamba itu terbangun di keesokan harinya, ia melihat tentara asing. Dengan panik, ia berkata kepada Elisa, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" (2 Raja-raja 6:15). Elisa menjawab, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka" (Ayat 16). Kemudian Elisa berdoa agar Allah membukakan mata hambanya itu.

Ayat 17 mengatakan, "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa." Dia melihat ke dalam alam supranatural.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa kita dikelilingi oleh para malaikat. Mazmur 34: 7 mengatakan, "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka." Dan Ibrani 1:14 mengatakan, "Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?"


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 23-24; Matius 20:1-16


Ingat, apa pun masalah Anda, Allah punya malaikat-malaikat-Nya yang menopang Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Apa Kesaksian Anda

Mazmur 71:15 "Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya."

Bagaimana Anda mengenal Yesus Kristus?

Itulah kesaksian Anda, dan setiap orang Kristen pasti punya sebuah kesaksian. Beberapa kesaksian lebih radikal daripada yang lainnya, namun setiap kesaksian adalah signifikan dan penting. 

Mungkin Anda pernah mendengar kesaksian beberapa orang yang berasal dari latar belakang yang ekstrim, bagaimana mereka dibebaskan dari obat-obatan atau alkohol. Mereka pernah menjadi anggota geng atau pelacur. Mereka pernah dihukum penjara. 

Saya pernah menerima satu e-mail dari seorang pria yang datang kepada Kristus di kebaktian akbar kami pada tahun 1991. Dia menulis:

"Di malam Kamis yang kudus di tahun 1991 itu, Tuhan memilih remaja laki-laki berusia 15 yang hidupnya tersesat, yang beberapa kali mencoba bunuh diri, dan yang hatinya mengeras ini, remaja yang dulunya adalah anggota geng The Crips. Firman Tuhan pada saat itu mengubah saya secara luar biasa. Hidup saya langsung diubahkan, dan sejak saat itu saya bukan lagi orang yang sama. Bulan depan, saya akan merayakan 23 tahun saya berjalan di dalam Tuhan. Oleh kasih karunia-Nya, saya memperoleh hak istimewa untuk melayani Firman-Nya ke seluruh dunia. Seandainya saya tidak pergi ke Harvest Crusade malam itu, saya yakin sekarang saya sudah mati atau membusuk di dalam penjara!"

Sungguh sebuah kesaksian yang menakjubkan! Namun, kesaksiannya itu tidak lebih baik dari Anda- hanya berbeda saja. 

Ketika saya masih menjadi orang Kristen baru, saya ingat ada seorang gadis mengatakan bahwa dia akan kembali terjun menggapai orang-orang yang belum percaya sebab ia ingin memiliki "kesaksian yang lebih dramatis." Sayangya, ia tak pernah melakukan itu. Dengar, kesaksian tak selamanya melulu dramatik, namun pertobatan seseorang adalah satu hal yang drastis, karena ketika ketika Anda turun ke sana, membantu langsung orang-orang yang tersesat ini, Tuhan pada dasarnya melakukan hal yang sama untuk kita semua ketika kita bertobat: 

Sebelum Kristus menebus dosa kita, kita semua terpisah dari-Nya oleh karena dosa. Kita semua seharusnya masuk neraka. Kita semua kemudian memperoleh keselamatan melalui Salib Kristus. Dan sekarang kita dapat menuju surga.

Kesaksian setiap orang itu benar adanya. Mengapa? Sebab kita semua pada dasarnya mulai dari tempat yang sama dan kita semua telah mengalami perubahan dramatis di tangan Allah. Dan betapa pun berbedanya permasalahan mereka dibanding Anda, mereka yang mendengarkan kesaksian Anda dapat mengerti bahwa mereka juga adalah orang-orang berdosa dan perlu diubahkan-mereka bisa melihat bagian dari kesaksian Anda tersebut sama seperti kisah mereka. 

Ketika Anda berbagi tentang iman Anda dengan orang lain, salah satu alat terbaik dalam penginjilan Anda adalah kesaksian pribadi Anda. Dan itu kiranya selalu menjadi jembatan bagi Anda mewartakan Injil. Kesaksian Anda akan memimpin mereka kepada kisah terbesar yang pernah diceritakan: tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 21-22; Matius 19


Ketika Anda berbagi tentang iman Anda dengan orang lain, salah satu alat terbaik dalam penginjilan Anda adalah kesaksian pribadi Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tempat Bagi Iman

Mazmur 50:15 "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela"

Setiap hari sepertinya ada lebih banyak berita buruk: skandal di pemerintahan kita, ancaman terhadap keamanan negara kita, dan ancaman terorisme yang tak ada putus-putusnya. Kemudian ada masalah-masalah pribadi yang kita semua akan hadapi suatu hari: kematian orang yang terkasih, penyakit, masalah keluarga.

Jika ada solusi rohani untuk permasalahan di negara kita, maka ada juga solusi rohani untuk permasalahan dalam hidup kita. Apakah pernikahan Anda bermasalah? Ada aplikasi handphone untuk itu. Kita menemukannya di dalam Injil (ada aplikasi Injil di handphone). Tuhan memberitahu Anda bagaimana caranya memiliki pernikahan yang berhasil. Dia memberitahu Anda apa peran suami dan apa peran istri. Apakah Anda masih lajang dan sedang mencari orang yang tepat? Ada solusi spiritual dan Alkitabiah untuk itu juga. Apakah keuangan Anda bermasalah? Ada jawaban spiritual dan Alkitabiah untuk itu pula. Tuhan berkata kepada kita untuk berseru kepada-Nya di hari-hari sulit.

Beberapa mungkin mengatakan, "Saya telah mencoba ini, tapi itu tidak berhasil."

Ada perbedaan antara skeptisisme (keraguan) dan ketidakpercayaan. Skeptisisme artinya terbuka untuk percaya; ketidakpercayaan artinya menolak untuk percaya. Skeptisisme dapat melibatkan kejujuran; ketidakpercayaan artinya keras kepala. Skeptisisme mencari cahaya; ketidakpercayaan artinya puas dengan kegelapan. Kita harus percaya pada Firman Tuhan, kemudian mengambil langkah tindakan. 

Ada tempat untuk iman dalam kehidupan Kristen. Ibrani 11:6 mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."

Alkitab penuh dengan kisah-kisah dari orang-orang yang menerima banyak berkat dalam hidup mereka karena iman mereka.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 16-18; Matius 18:1-20


Jika Anda melakukan apa yang Tuhan katakan, maka itu akan bekerja
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Menabur Angin

Hosea 8:7 "Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya."

Di awal abad ke 20, G.K. Chesterton menulis, hampir seperti profetik, "Ketika Anda berbicara tentang Allah sebagai suatu metafora atau sesuatu yang mistik, maka tak ada seorang pun yang akan memprotesnya. Tetapi ketika Anda berbicara tentang Allah sebagai sebuah fakta, sebagai sesuatu yang nyata, sebagai alasan untuk mengubah perilaku seseorang, maka dunia modern akan menghentikan Anda entah bagaimana caranya." 

Ketika orang-orang marah kepada Allah, maka mereka seringkali marah kepada umat-Nya. Hal ini karena mereka sedang dihukum oleh Roh Kudus sebagai akibat dari dosa mereka. Yesus berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat" (Matius 5:11).

Jika kita adalah pengikut Kristus yang sejati, kita harus berdiri untuk apa yang benar dan tidak terintimidasi oleh apa yang orang lain katakan. Orang-orang kudus yang mengabdikan hidupnya untuk Allah, yang telah Ia pakai sepanjang sejarah untuk mengubah jalan manusia, berdiri untuk apa yang benar. William Wilberforce adalah salah satu dari orang-orang itu. Dia merupakan anggota parlemen yang bisa saja memiliki karir yang amat gemilang dalam dunia politik jika ia mau meneruskan karirnya. Tapi sebaliknya, setelah bertobat, ia memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk memberantas perbudakan di Inggris dan berhasil mewujudkannya. Hasilnya, perbudakan di Inggris pun dihapuskan di tahun 1807.

Pemerintah tak mampu memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi di negara kita, meskipun kita juga butuh mereka. Tetapi kita harus pula berseru kepada Allah. Saat ini, dunia ini berusaha keras untuk menyingkirkan Allah dari ruangan kelas kita, dari budaya kita, dan dari ruang sidang kita. Kita sedang menabur angin. Alkitab mengatakan bahwa mereka yang melakukannya akan menuai puting beliung. Seperti apa yang dikatakan oleh seorang filsuf, George Santayana, mereka yang tidak bisa mengingat masa lalu akan dihukum untuk mengulanginya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 14-15; Matius 17


Jika kita adalah pengikut Kristus yang sejati, kita harus berdiri untuk apa yang benar dan tidak terintimidasi oleh apa yang orang lain katakan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Kuasa Dari Hidup Kudus

2 Raja-raja 5:2 "Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman."

Dalam 2 Raja-raja 5 kita membaca tentang seorang gadis muda Israel, yang namanya bahkan kita tidak tahu, yang ditawan dan dibawa ke Aram/ Siria. Dia sebenarnya bisa dengan mudah menjadi kepahitan dengan Allah karena Ia membiarkan itu terjadi padanya. Dan tentunya ia juga bisa saja marah terhadap orang-orang yang mempekerjakannya sebagai seorang budak.

Maka ketika tuannya, Naaman, terserang penyakit kusta, dia bisa saja berpikir jika tuannya itu layak mendapatkannya. Tapi ia tak berpikir seperti itu sama sekali. Dia khawatir dengan tuannya itu. Hatinya tertuju kepadanya. Dan ia melihat kesempatan untuk memberitahu Naaman tentang seorang nabi di Israel bernama Elisa yang bisa mendoakannya. Elisa adalah penerus Elia. Allah bekerja melalui dirinya dan menggunakan dia untuk membangkitkan orang yang telah mati. Seperti Elia, dia memiliki sebuah kuasa mujizat. 

Gadis ini entah bagaimana pernah mendengar tentang Elisa. Maka dia berkata pada istri Naaman, "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya" (2 Raja-raja 5:3).

Hal ini mengingatkan saya pada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, pemuda-pemuda Israel yang juga menjadi tawanan. Mereka dibawa ke Babel, di mana sang raja mengubah nama mereka; Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. Namun sang raja Babel ini tak bisa mengubah hati mereka. Mereka berjalan erat dengan Allah, sama seperti yang dilakukan gadis muda pelayan ini. 

Bayangkan apa yang ia rasakan ketika mendengar bahwa Allah telah menyembuhkan Naaman. Saya penasaran apakah ia pernah berpikir bahwa Allah akan menggunakan seseorang seperti dia untuk menggapai seseorang yang begitu penting seperti Naaman. Satu hal yang menakjubkan ketika Anda menjalani kehidupan yang kudus dan kemudian ketika Anda berbicara dengan seseorang, mereka mendengarkan Anda. Gadis ini mendapatkan hak istimewa untuk membawa sebuah pesan, walau mungkin ia melakukannya karena dia adalah orang yang baik hati dan seorang pekerja keras. Dia memegang teguh imannya, bahkan di negeri asing.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 12-13; Matius 16


Hidup kudus dan tak bercacat di hadapan Tuhan sebagai salah satu bukti bahwa Kita mengasihi Dia
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tujuan Nomor Satu Kami

1 Samuel 2:3 "Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji."

Saya lahir di generasi yang dikenal sebagai Baby Boomers (anak-anak yang lahir pasca Perang Dunia ke II). Sementara anak-anak kita sekarang disebut sebagai generasi Millennial (anak-anak yang lahir pada dan setelah tahun 1982), yang juga dijuluki sebagai Generasi Saya (generasi yang individualistis). Di zaman dahulu, generasi saya berpanggapan bahwa masalah terbesar kami dalam menghadapi dunia ini ialah rendahnya kepercayaan diri kami. Oleh karena itu, pemerintah memberi banyak perhatian dan mengeluarkan banyak uang untuk melaksanakan gerakan untuk menaikkan kepercayaan diri kami. (Sebenarnya ini bukan permasalahnya sebab kita tak pernah kesulitan belajar untuk mencintai diri kita sendiri. Yang jadi masalah adalah kita terlalu mencintai diri sendiri.)

Akibatnya, ada rasa narsis atau terlalu mencintai diri sendiri - Anda beranggapan jika Anda tak perlu bekerja keras, berpikir jika segala sesuatunya harus diberikan kepada Anda sebab Anda merasa begitu hebat - inilah yang menjadi masalah besar di negara kita saat ini. Jika Anda tak percaya pada saya, tonton audisi American Idol. Orang-orang yang tak memiliki bakat dan kemampuan sama sekali benar- benar tak menyadari kekurangannya. Dan ketika para juri punya keberanian untuk memberitahu mereka bahwa bernyanyi mungkin bukan suatu hal yang cocok dijadikan mata pencaharian mereka, mereka malah marah. 

Coba lihat statistik dari sebuah artikel majalah Time di tahun 2013 ini : "The National Institutes of Health (Lembaga Kesehatan Nasional) menemukan bahwa bagi orang-orang yang berusia 20-an, tingkat Gangguan Kepribadian Narsistik tiga kali lebih tinggi dibanding dengan generasi yang berusia 65 tahun atau yang lebih tua. Sementara itu, mayoritas partisipan masuk dalam generasi millennial, dimana 40 persen dari mereka berpikir bahwa mereka harus dipromosikan setiap dua tahun - terlepas dari baik atau huruk kinerja mereka. "

Belum lama ini, sekelompok orang berusisa 18 sampai 25 tahun ditanya apa tujuan mereka dalam hidup. Tujuan nomor satu adalah menjadi kaya. Tujuan yang paling banyak disebutkan kedua ialah menjadi terkenal. Inilah orang-orang yang memiliki prioritas yang tidak pada tempatnya. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 9-11; Matius 15:21-39


Tujuan nomor satu kita ialah untuk mengenal Allah dan kemudian untuk mengetahui rencana dan tujuan-Nya atas hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Lihat Sekitar Anda

1 Petrus 5:6 "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."

Ketika Allah mencari pria atau wanita untuk digunakan, Dia seringkali menggunakan cara yang luar biasa untuk menemukan seseorang yang bersedia berkata, "Aku orang terakhir yang pantas Engkau pilih."

Allah mungkin akan berkata pada orang itu, "Sesungguhnya kau adalah orang pertama yang ingin Aku pilih karena kau berpikir bahwa kau orang terakhir yang pantas Ku-pilih." Orang yang berpikir mereka memenuhi syarat, orang yang berpikir mereka bisa melakukan segalanya dan tahu segalanya, akan mendiskualifikasi diri mereka sendiri. Mengapa? Sebab "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati" (Yakobus 4:6).

Kadang orang-orang berkata pada saya jika mereka ingin terlibat dalam pelayanan, dan mereka ingin saran saya soal bagaimana mereka bisa aktif dalam pelayanan. Ministri atau pelayanan ada di mana-mana. Yesus berkata, "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai" (Yohanes 4:35).

Saya memulai pelayanan saya dari jalanan. Sebab saya seseorang yang mendengar Injil dan percaya, maka saya pergi ke jalanan di sekitar Pantai Newport, di sekitar dermaga, dan berjalan-jalan berkeliling mencari jiwa-jiwa baru. Saya mendatangi orang-orang yang belum pernah saya temui dan berbicara dengan mereka mengenai iman saya. Saya berusaha mencari peluang walau sekecil apapun.

Dalam Alkitab kita melihat bahwa orang-orang yang Allah panggil untuk melayani Dia biasanya tengah sibuk melakukan sesuatu yang lain. Gideon sedang menggiling gandum. Elisa sedang membajak sawah. Petrus dan Yohanes sedang menjala ikan. Matius sedang sedang duduk di tempat memungut cukai.

Pelayanan ada di sekitar kita apabila kita mau membuka mata. Anda bisa melayani di mana Anda berada. Lakukan apa yang Anda bisa di tempat Anda berada.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 7-8; Matius 15:1-20


Jika Anda setia dalam hal-hal kecil, Allah akan membuka peluang-peluang yang besar bagi Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)



Read more

0 Menginjili atau Berpangku Tangan

Kisah 2:46-47 "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."

Jika Anda pernah pergi ke Disneyland hanya bersama orang dewasa, Anda pasti tahu itu membosankan. Pertama, mereka akan mengeluh betapa mahal tiket masuknya. Kemudian mereka akan mengeluh betapa panjang antreannya. Lalu setelah naik satu atau dua wahana, mereka akan berkata, "Ayo, kita pergi makan."

Sebaliknya, ketika Anda pergi ke Disneyland dengan anak-anak, mereka ingin naik wahana tercepat atau yang paling keren. Setelah itu, mereka akan naik ke wahana berikutnya, kemudian yang berikutnya, dan yang berikutnya. Merasakan pengalaman itu melalui mata seorang anak membuatnya lebih bermakna buat Anda juga.

Hal ini sama bagi orang yang baru menyatakan imannya. Ketika orang percaya dewasa membimbing orang percaya baru ke dalam kehidupan mereka dan melihat mereka menemukan kebenaran Allah untuk pertama kalinya, mereka menemukan kembali kebenaran-kebenaran tersebut bagi diri mereka sendiri. Orang percaya baru begitu bersemangat mengetahui bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya, sementara, orang percaya dewasa mungkin menyia-nyiakannya. Orang percaya baru begitu bersemangat mengetahui kebenaran bahwa Kristus bisa datang kembali sewaktu-waktu, sementara orang percaya dewasa mungkin sudah lupa dengan kedatangan Allah kembali yang kian dekat. Itulah sebabnya orang percaya dewasa butuh orang percaya baru. 

Masalah yang muncul dengan orang-orang percaya dewasa ialah iman mereka menjadi mandek. Sebab itulah, terkadang hal terbaik buat mereka yaitu dengan memiliki orang-orang percaya baru dalam kehidupan mereka, yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit pada mereka. 

Gereja yang tidak memiliki aliran konstan dimana orang percaya baru terus berdatangan, saya bisa katakan bahwa gereja tersebut tengah mengalami stagnasi. Ini berbeda dengan gereja di abad pertama, "Sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan" (Kisah Rasul 2:47).


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 4-6; Matius 14:22-36


Gereja memiliki pilihan: menginjili atau berpangku tangan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Menabur dan Menuai

1 Raja-Raja 18:18 "Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal."

Elia bukan tokoh yang populer setelah ia menyatakan kepada Raja Ahab bahwa Ahablah yang mencelakakan Israel. Dia berjalan masuk ke istana dan berseru, "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan" (1 Raja-raja 17:1).

Saat itu Elia adalah orang yang tengah dicari-cari seantero Israel, baik dalam keadaan mati atau hidup (sebaiknya mati). Tapi kemudian ia muncul dan mendatangi Ahab, mengkonfrontasinya. Ketika Ahab melihat Elia, ia berseru, "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?" (1 Raja-raja 18:17).

Menariknya, Ahab menyebut Elia si pembuat onar, terjemahan yang lebih tepat "ular di rerumputan," atau "ular berbisa." (Jika saya jadi dia, saya tak berani memanggil seseorang yang punya kemampuan untuk menurunkan api dari langit itu ular berbisa.)

Tapi jawab Elia, "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal" (ayat 18). Singkatnya Elia berkata, "Raja Ahab, engkau sendiri yang membuat gara-gara dengan menyembah dewa-dewa palsu."

Saya selalu tercengang melihat bagaimana orang-orang melanggar perintah Tuhan lagi dan lagi, tidak mengindahkan peringatan-Nya yang penuh kasih, tapi kemudian hanya bisa menyalahkan Tuhan ketika kesulitan datang. Yang ironisnya lagi, kesukaran mereka itu seringkali adalah akibat dari tindakan mereka sendiri. Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi padaku? Mengapa Tuhan melakukan ini? Hal-hal buruk terjadi bukan selalu karena kehendak Tuhan. Terkadang karena ada sebab dan akibatnya. Adakalanya kita menuai konsekuensi sebab kita melakukan hal-hal yang buruk, yang jahat. Tapi karena tak sadar dengan kesalahan sendiri, biasanya reaksi kita adalah menggaruk kepala dan bertanya-tanya mengapa.

Seperti Raja Ahab, kita bahkan mungkin punya keberanian untuk menyalahkan Tuhan atas segala masalah yang muncul, padahal sebenarnya itu merupakan hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30


Hal-hal buruk terjadi bukan selalu karena kehendak Tuhan. Terkadang karena ada sebab dan akibatnya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ibadah Memperbaharui Kekuatan Anda

Mazmur 100:2 "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!."

Untuk memperkuat iman Anda, Anda harus bersatu dengan orang percaya lain di dalam ibadah. Ibadah adalah untuk Tuhan, tetapi itu juga memiliki banyak manfaat untuk Anda. Berikut adalah dua manfaat terbesar dari ibadah bersama: itu memperbarui iman Anda dan memulihkan sukacita Anda.

Yesaya 40:31 mengatakan, "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Berapa kali Anda bangun di hari Minggu pagi dan berkata, "Aku sangat lelah. Aku benar-benar tak punya tenaga untuk pergi ke gereja," tapi kemudian Anda berangkat ke gereja, menyembah Tuhan, dan sesudahnya Anda lebih berenergi? Itu karena ibadah memperbaharui Anda. Ibadah memperkuat Anda. Ibadah memperkuat iman Anda.

Kekuatan Anda tidak akan terbaharui dengan menonton golf di TV. Itu hanya akan membuat Anda malas dan malas. Anda diperbaharui dengan menyembah Allah bersama dengan orang percaya lainnya.

Sebagai seorang pendeta, terkadang saya merasa jika diri saya ini seperti pelatih dalam film tinju "Rocky." Rocky bertarung di atas ring, dia berjuang sekuat tenaga, tapi ia dihajar sampai babak-belur. Lonceng akhir berbunyi dan ia berseru, "Terima kasih Tuhan." Lalu ia datang ke sudut ring, dan sang pelatih berkata padanya, "Kau melakukan yang terbaik." Sang pelatih melempar air padanya, menepuk punggungnya, dan berseru, "Sekarang kembali ke sana."

Adakalanya saya merasa itulah yang saya lakukan di hari Minggu untuk gereja saya. Saya berkhotbah kepada mereka, "Anda melakukan yang terbaik. Sekarang kembali ke luar sana. Anda bisa melakukannya!" Tapi itu bukan saya, Firman Tuhan, puji-pujian, doa, dan penyembahan bersama-sama dengan sesama umat-Nyalah yang memulihkan kekuatan mereka.

Alkitab juga mengatakan dalam Mazmur 100:2, "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"

Buat saya pergi ke gereja itu seharusnya suatu hal yang menyenangkan. Mungkin itu kelihatan asing buat Anda karena Anda tak dibesarkan dengan bergereja atau mungkin karena Anda merasa asing dengan satu gereja tertentu yang Anda pernah datangi.

Namun Alkitab mengatakan agar kita menyembah Tuhan dengan sukacita – bukan dengan rasa bosan, sedih, marah, atau karena satu kewajiban. Anda harus beryanyi dengan sukacita di gereja! Gereja harus memberi dampak kepada Anda. Ibadah harus memperbaharui iman Anda dan mengembalikan sukacita Anda.

"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN" (Mazmur 122:1).


Renungkan hal ini:

Bagaimana sikap awam Anda tentang pergi ke gereja? Apa yang memotivasi Anda untuk pergi ke gereja?

Jika Anda punya keluhan mengenai cara ibadah di gereja Anda, menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?

Apakah buat Anda menyenangkan untuk pergi ke gereja? Jika tidak, apakah ini lebih tentang gereja atau lebih tentang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11


Ibadah adalah untuk Tuhan, tetapi itu juga memiliki banyak manfaat untuk Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Apa Yang Allah Janjikan Ketika Anda Memberi?

Lukas 6:38 "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Untuk menuai panen besar, Anda harus menanam dengan kemurahan hati di dalam iman.

Saya dan istri saya, Kai, telah melakukan hal ini beratus-ratus kali. Kami mempersembahkan 91 persen dari penghasilan kami dan hidup dari 9 persennya. Kami menaikkan persembahan kami dari 10 persen semenjak 40 tahun yang lalu. Itu merupakan suatu contoh nyata bahwa berkat Tuhan tak akan ada habis-habisnya. Saya sudah melakukan ini selama 40 tahun. 

Untuk menanam dengan murah hati di dalam iman, Anda perlu ingat dua janji Yesus. Lukas 6:38 mengatakan, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Cara Anda memberi kepada orang lain merupakan cara Allah untuk memberkati Anda. Anda perlu mulai menjadi murah hati dalam menanam benih dalam hidup Anda agar dapat memanen di hari depan. 

Kemudian dalam Markus 10:29-30 Yesus memberikan sebuah jaminan tentang apa saja yang Anda korbankan demi diri-Nya. Dia berfirman, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."

Allah berfirman bahwa apa pun yang Anda relakan demi Dia, apa pun yang Anda korbankan demi Kerajaan-Nya akan dikembalikan seratus kali lipat. Anda tahu berapa banyak seratus kali lipat itu? Itu 10.000 persen bunga. Apakah Anda kenal pialang saham yang mau memberi jaminan sebanyak itu? Tidak ada. Hanya Allah dan Anak-Nya yang dapat melakukan itu. Mereka sudah berurusan dengan hal semacam ini dengan orang-orang seperti Anda dan saya selama 2.000 tahun.

Inilah janji-janji Allah. Anda boleh mempercayainya atau tidak. Namun bila Anda tak percaya akan janji-janji Allah, saya harus menanyakan hal ini: Mengapa Anda percaya bahwa Yesus akan menyelamatkan Anda dan membawa Anda ke Surga? Sebab itu Yesus yang sama. Mengapa beberapa orang mempercayakan keselamatan mereka kepada Allah, tapi tidak dengan keuangan mereka? Ini baru masuk akal apabila Anda mempercayakan kedua-duanya kepada-Nya dan memupuk iman Anda dengan dalam sehingga Anda dapat memanen. 


Renungkan hal ini:

Apa yang Anda harap Allah berikan kepada Anda? Apakah Anda sudah menunjukkan kemurahan hati yang sama kepada orang lain?

Bagaimana Allah telah meminta Anda untuk berkorban? Apa respon Anda?

Apa maksudnya menagih janji-janji Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34


Mulai menjadi murah hati hari ini dalam menanam benih dalam hidup Anda agar Anda dapat memanen di hari depan 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Itu Impian Anda Atau Impian Allah?

Bagaimana Anda tahu jika saat ini Anda hidup untuk impian Anda atau impian Allah?

Anda mungkin berpikir jika Anda diciptakan untuk bangun, pergi bekerja, pulang ke rumah, nonton TV, tidur, menghasilkan sedikit uang, pensiun, lalu mati. Apakah benar Anda berpikir begitu? Apakah Anda pikir hanya itu tujuan Allah menempatkan Anda di sini?

Jika impian Anda adalah benar-benar dari Tuhan, maka impian Anda tersebut, entah bagaimana, akan terhubung kepada Gereja dan rancangan-Nya untuk dunia. Apakah Tuhan mau memberikan mimpi egois yang tak ada hubungannya dengan apa yang ingin Ia kerjakan di dunia ini? Tidak. Dia ingin memakai Anda untuk melaksanakan impian-Nya. Dia ingin memakai Anda untuk mewujudkan rancangan-Nya.

Lalu apa rencana Allah yang besar dan yang menyeluruh itu? Ia sedang membangun sebuah keluarga, dan Ia sedang mengumpulkan anggota keluarga dari setiap bangsa, setiap suku, setiap bahasa, dan setiap kelompok. Ketika semua orang dalam keluarga-Nya yang Ia tahu kelak akan berada tinggal dalam keluarga-Nya, maka rencana-Nya itu telah terlaksana. Lalu kemudian kita akan masuk ke tahap dua, yaitu kekekalan Surga. Itulah rencana besar Allah.

Tepat sebelum Yesus naik ke Surga setelah Kebangkitan-Nya, Ia memberi para murid sebuah visi besar, sebuah mimpi besar. Itu disebut Amanat Agung Kristus: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20)

Amanat Agung adalah amanat untuk Anda. Allah membangun keluarga-Nya semenjak 2.000 tahun yang lalu, supaya hari ini ada 2,3 miliar orang di dalam keluarga-Nya. Umat Allah lebih besar dari Cina dan India jika digabung jadi satu. Kita lebih besar dari apa pun di planet ini. Mengapa? Karena Allah yang menciptakannya. Itulah tujuan dari keseluruhan sejarah.

Dan ketika Allah memberi impian untuk hidup Anda, itu entah bagaimana akan terhubung kepada rancangan besar-Nya, pertumbuhan Gereja dan Kerajaan-Nya, dan pembangunan keluarga-Nya hingga hari kesudahan dan hingga kita semua akan pergi ke Surga.

Anda tidak ditempatkan di Bumi ini untuk hidup bagi diri Anda sendiri. Minta Allah untuk memberikan impian-Nya untuk hidup Anda, sehingga Anda dapat menjadi bagian dari cerita terbesar, terbaik, dan yang terpenting.

"Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya" (Markus 8:35)


Renungkan hal ini:

Apa impian-impian Anda untuk hidup Anda?

Bagaimana impian-impian Anda tersebut akan memberi kontribusi pada pertumbuhan Kerajaan Allah di Bumi?

Mengapa penting untuk memiliki tujuan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 23-24; Matius 7


Dia ingin memakai Anda untuk melaksanakan impian-Nya. Dia ingin memakai Anda untuk mewujudkan rancangan-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Read more

0 Ibadah Awal Tahun, Minggu 1 Januari 2017 Jam 08.00 WIB

Read more

0 Ibadah Akhir Tahun, Sabtu 31 Desember 2016 Jam 17.00 WIB

Read more

0 Tak Ada Natal Tanpa Salib


1 Timotius 2:5-6 "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan."

Natal tanpa salib Kristus itu tidak sah. Seandainya Yesus tetap menjadi bayi di palungan, Anda bisa berhenti membaca renungan ini sekarang - itu sia-sia. Tanpa salib, tak ada alasan untuk menghabiskan sepanjang bulan bersiap-siap untuk merayakan kelahiran-Nya. Tak ada alasan untuk memasang lampu Natal, memutar musik Natal, mengirim kartu, atau membeli hadiah.

Seluruh dunia berhenti melakukan aktivitasnya satu hari dalam setahun untuk merayakan hari yang membagi sejarah dari Sebelum Masehi menajdi Masehi. Allah datang ke Bumi dan menginvasi sejarah manusia. Dan berkat itulah, dunia ini tidak akan pernah sama lagi.

Namun ini bukan sebuah misi yang ala kadarnya. Allah mengutus Anak-Nya sebagi Juruselamat bagi seluruh dunia, agar semua orang dapat mengenal-Nya.

Alkitab mengatakan, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan" (1 Timotius 2:5-6).

Dalam Alkitab, simbol dari pengorbanan Yesus disebut sebagai "Pengorbanan Anak Domba." Alkitab menggunakan metafora ini sebab anak domba tidak berbahaya. Mereka bukan predator. Mereka polos. Yesus tidak menyakiti siapa pun, dan Dia tidak pantas untuk mati. Dia adalah Anak Allah, namun Allah mengizinkan Dia untuk dikorbankan demi kita - kita semua.

Allah tahu rasa sakit dari kehilangan seorang anak, karena Ia mengutus Anak-Nya sendiri untuk mati menggantikan Anda. Dan Ia melakukannya demi setiap orang yang pernah tinggal di planet Bumi ini. Tidak ada orang yang berada di luar kasih dan jangkauan Allah. Bahkan Anda.


Renungkan hal ini:

Mengapa salib Kristus begitu penting untuk Natal?

Apa yang bisa Anda lakukan di Natal ini untuk mengingat dan menghargai harga yang telah Yesus bayar untuk menghubungkan Anda dengan Bapa Surgawi?

Mengapa beberapa orang menganggap jika mereka berada di luar jangkauan kasih dan pengampunan Allah? Apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu seseorang untuk memahami di Natal kali ini tentang apa yang telah Yesus lakukan baginya di kayu salib?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 10; Wahyu 15


Tidak ada orang yang berada di luar kasih dan jangkauan Allah. Bahkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More