• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah Raya, Minggu 15 Jan 2017 Jam 08.00

Ibadah Raya, Minggu 15 Jan 2017 Jam 08.00

Delete this element to display blogger navbar

0 Menabur dan Menuai

1 Raja-Raja 18:18 "Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal."

Elia bukan tokoh yang populer setelah ia menyatakan kepada Raja Ahab bahwa Ahablah yang mencelakakan Israel. Dia berjalan masuk ke istana dan berseru, "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan" (1 Raja-raja 17:1).

Saat itu Elia adalah orang yang tengah dicari-cari seantero Israel, baik dalam keadaan mati atau hidup (sebaiknya mati). Tapi kemudian ia muncul dan mendatangi Ahab, mengkonfrontasinya. Ketika Ahab melihat Elia, ia berseru, "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?" (1 Raja-raja 18:17).

Menariknya, Ahab menyebut Elia si pembuat onar, terjemahan yang lebih tepat "ular di rerumputan," atau "ular berbisa." (Jika saya jadi dia, saya tak berani memanggil seseorang yang punya kemampuan untuk menurunkan api dari langit itu ular berbisa.)

Tapi jawab Elia, "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal" (ayat 18). Singkatnya Elia berkata, "Raja Ahab, engkau sendiri yang membuat gara-gara dengan menyembah dewa-dewa palsu."

Saya selalu tercengang melihat bagaimana orang-orang melanggar perintah Tuhan lagi dan lagi, tidak mengindahkan peringatan-Nya yang penuh kasih, tapi kemudian hanya bisa menyalahkan Tuhan ketika kesulitan datang. Yang ironisnya lagi, kesukaran mereka itu seringkali adalah akibat dari tindakan mereka sendiri. Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi padaku? Mengapa Tuhan melakukan ini? Hal-hal buruk terjadi bukan selalu karena kehendak Tuhan. Terkadang karena ada sebab dan akibatnya. Adakalanya kita menuai konsekuensi sebab kita melakukan hal-hal yang buruk, yang jahat. Tapi karena tak sadar dengan kesalahan sendiri, biasanya reaksi kita adalah menggaruk kepala dan bertanya-tanya mengapa.

Seperti Raja Ahab, kita bahkan mungkin punya keberanian untuk menyalahkan Tuhan atas segala masalah yang muncul, padahal sebenarnya itu merupakan hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30


Hal-hal buruk terjadi bukan selalu karena kehendak Tuhan. Terkadang karena ada sebab dan akibatnya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ibadah Memperbaharui Kekuatan Anda

Mazmur 100:2 "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!."

Untuk memperkuat iman Anda, Anda harus bersatu dengan orang percaya lain di dalam ibadah. Ibadah adalah untuk Tuhan, tetapi itu juga memiliki banyak manfaat untuk Anda. Berikut adalah dua manfaat terbesar dari ibadah bersama: itu memperbarui iman Anda dan memulihkan sukacita Anda.

Yesaya 40:31 mengatakan, "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Berapa kali Anda bangun di hari Minggu pagi dan berkata, "Aku sangat lelah. Aku benar-benar tak punya tenaga untuk pergi ke gereja," tapi kemudian Anda berangkat ke gereja, menyembah Tuhan, dan sesudahnya Anda lebih berenergi? Itu karena ibadah memperbaharui Anda. Ibadah memperkuat Anda. Ibadah memperkuat iman Anda.

Kekuatan Anda tidak akan terbaharui dengan menonton golf di TV. Itu hanya akan membuat Anda malas dan malas. Anda diperbaharui dengan menyembah Allah bersama dengan orang percaya lainnya.

Sebagai seorang pendeta, terkadang saya merasa jika diri saya ini seperti pelatih dalam film tinju "Rocky." Rocky bertarung di atas ring, dia berjuang sekuat tenaga, tapi ia dihajar sampai babak-belur. Lonceng akhir berbunyi dan ia berseru, "Terima kasih Tuhan." Lalu ia datang ke sudut ring, dan sang pelatih berkata padanya, "Kau melakukan yang terbaik." Sang pelatih melempar air padanya, menepuk punggungnya, dan berseru, "Sekarang kembali ke sana."

Adakalanya saya merasa itulah yang saya lakukan di hari Minggu untuk gereja saya. Saya berkhotbah kepada mereka, "Anda melakukan yang terbaik. Sekarang kembali ke luar sana. Anda bisa melakukannya!" Tapi itu bukan saya, Firman Tuhan, puji-pujian, doa, dan penyembahan bersama-sama dengan sesama umat-Nyalah yang memulihkan kekuatan mereka.

Alkitab juga mengatakan dalam Mazmur 100:2, "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"

Buat saya pergi ke gereja itu seharusnya suatu hal yang menyenangkan. Mungkin itu kelihatan asing buat Anda karena Anda tak dibesarkan dengan bergereja atau mungkin karena Anda merasa asing dengan satu gereja tertentu yang Anda pernah datangi.

Namun Alkitab mengatakan agar kita menyembah Tuhan dengan sukacita – bukan dengan rasa bosan, sedih, marah, atau karena satu kewajiban. Anda harus beryanyi dengan sukacita di gereja! Gereja harus memberi dampak kepada Anda. Ibadah harus memperbaharui iman Anda dan mengembalikan sukacita Anda.

"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN" (Mazmur 122:1).


Renungkan hal ini:

Bagaimana sikap awam Anda tentang pergi ke gereja? Apa yang memotivasi Anda untuk pergi ke gereja?

Jika Anda punya keluhan mengenai cara ibadah di gereja Anda, menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?

Apakah buat Anda menyenangkan untuk pergi ke gereja? Jika tidak, apakah ini lebih tentang gereja atau lebih tentang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11


Ibadah adalah untuk Tuhan, tetapi itu juga memiliki banyak manfaat untuk Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Apa Yang Allah Janjikan Ketika Anda Memberi?

Lukas 6:38 "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Untuk menuai panen besar, Anda harus menanam dengan kemurahan hati di dalam iman.

Saya dan istri saya, Kai, telah melakukan hal ini beratus-ratus kali. Kami mempersembahkan 91 persen dari penghasilan kami dan hidup dari 9 persennya. Kami menaikkan persembahan kami dari 10 persen semenjak 40 tahun yang lalu. Itu merupakan suatu contoh nyata bahwa berkat Tuhan tak akan ada habis-habisnya. Saya sudah melakukan ini selama 40 tahun. 

Untuk menanam dengan murah hati di dalam iman, Anda perlu ingat dua janji Yesus. Lukas 6:38 mengatakan, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Cara Anda memberi kepada orang lain merupakan cara Allah untuk memberkati Anda. Anda perlu mulai menjadi murah hati dalam menanam benih dalam hidup Anda agar dapat memanen di hari depan. 

Kemudian dalam Markus 10:29-30 Yesus memberikan sebuah jaminan tentang apa saja yang Anda korbankan demi diri-Nya. Dia berfirman, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."

Allah berfirman bahwa apa pun yang Anda relakan demi Dia, apa pun yang Anda korbankan demi Kerajaan-Nya akan dikembalikan seratus kali lipat. Anda tahu berapa banyak seratus kali lipat itu? Itu 10.000 persen bunga. Apakah Anda kenal pialang saham yang mau memberi jaminan sebanyak itu? Tidak ada. Hanya Allah dan Anak-Nya yang dapat melakukan itu. Mereka sudah berurusan dengan hal semacam ini dengan orang-orang seperti Anda dan saya selama 2.000 tahun.

Inilah janji-janji Allah. Anda boleh mempercayainya atau tidak. Namun bila Anda tak percaya akan janji-janji Allah, saya harus menanyakan hal ini: Mengapa Anda percaya bahwa Yesus akan menyelamatkan Anda dan membawa Anda ke Surga? Sebab itu Yesus yang sama. Mengapa beberapa orang mempercayakan keselamatan mereka kepada Allah, tapi tidak dengan keuangan mereka? Ini baru masuk akal apabila Anda mempercayakan kedua-duanya kepada-Nya dan memupuk iman Anda dengan dalam sehingga Anda dapat memanen. 


Renungkan hal ini:

Apa yang Anda harap Allah berikan kepada Anda? Apakah Anda sudah menunjukkan kemurahan hati yang sama kepada orang lain?

Bagaimana Allah telah meminta Anda untuk berkorban? Apa respon Anda?

Apa maksudnya menagih janji-janji Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34


Mulai menjadi murah hati hari ini dalam menanam benih dalam hidup Anda agar Anda dapat memanen di hari depan 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Itu Impian Anda Atau Impian Allah?

Bagaimana Anda tahu jika saat ini Anda hidup untuk impian Anda atau impian Allah?

Anda mungkin berpikir jika Anda diciptakan untuk bangun, pergi bekerja, pulang ke rumah, nonton TV, tidur, menghasilkan sedikit uang, pensiun, lalu mati. Apakah benar Anda berpikir begitu? Apakah Anda pikir hanya itu tujuan Allah menempatkan Anda di sini?

Jika impian Anda adalah benar-benar dari Tuhan, maka impian Anda tersebut, entah bagaimana, akan terhubung kepada Gereja dan rancangan-Nya untuk dunia. Apakah Tuhan mau memberikan mimpi egois yang tak ada hubungannya dengan apa yang ingin Ia kerjakan di dunia ini? Tidak. Dia ingin memakai Anda untuk melaksanakan impian-Nya. Dia ingin memakai Anda untuk mewujudkan rancangan-Nya.

Lalu apa rencana Allah yang besar dan yang menyeluruh itu? Ia sedang membangun sebuah keluarga, dan Ia sedang mengumpulkan anggota keluarga dari setiap bangsa, setiap suku, setiap bahasa, dan setiap kelompok. Ketika semua orang dalam keluarga-Nya yang Ia tahu kelak akan berada tinggal dalam keluarga-Nya, maka rencana-Nya itu telah terlaksana. Lalu kemudian kita akan masuk ke tahap dua, yaitu kekekalan Surga. Itulah rencana besar Allah.

Tepat sebelum Yesus naik ke Surga setelah Kebangkitan-Nya, Ia memberi para murid sebuah visi besar, sebuah mimpi besar. Itu disebut Amanat Agung Kristus: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20)

Amanat Agung adalah amanat untuk Anda. Allah membangun keluarga-Nya semenjak 2.000 tahun yang lalu, supaya hari ini ada 2,3 miliar orang di dalam keluarga-Nya. Umat Allah lebih besar dari Cina dan India jika digabung jadi satu. Kita lebih besar dari apa pun di planet ini. Mengapa? Karena Allah yang menciptakannya. Itulah tujuan dari keseluruhan sejarah.

Dan ketika Allah memberi impian untuk hidup Anda, itu entah bagaimana akan terhubung kepada rancangan besar-Nya, pertumbuhan Gereja dan Kerajaan-Nya, dan pembangunan keluarga-Nya hingga hari kesudahan dan hingga kita semua akan pergi ke Surga.

Anda tidak ditempatkan di Bumi ini untuk hidup bagi diri Anda sendiri. Minta Allah untuk memberikan impian-Nya untuk hidup Anda, sehingga Anda dapat menjadi bagian dari cerita terbesar, terbaik, dan yang terpenting.

"Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya" (Markus 8:35)


Renungkan hal ini:

Apa impian-impian Anda untuk hidup Anda?

Bagaimana impian-impian Anda tersebut akan memberi kontribusi pada pertumbuhan Kerajaan Allah di Bumi?

Mengapa penting untuk memiliki tujuan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 23-24; Matius 7


Dia ingin memakai Anda untuk melaksanakan impian-Nya. Dia ingin memakai Anda untuk mewujudkan rancangan-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Read more

0 Ibadah Awal Tahun, Minggu 1 Januari 2017 Jam 08.00 WIB

Read more

0 Ibadah Akhir Tahun, Sabtu 31 Desember 2016 Jam 17.00 WIB

Read more

0 Tak Ada Natal Tanpa Salib


1 Timotius 2:5-6 "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan."

Natal tanpa salib Kristus itu tidak sah. Seandainya Yesus tetap menjadi bayi di palungan, Anda bisa berhenti membaca renungan ini sekarang - itu sia-sia. Tanpa salib, tak ada alasan untuk menghabiskan sepanjang bulan bersiap-siap untuk merayakan kelahiran-Nya. Tak ada alasan untuk memasang lampu Natal, memutar musik Natal, mengirim kartu, atau membeli hadiah.

Seluruh dunia berhenti melakukan aktivitasnya satu hari dalam setahun untuk merayakan hari yang membagi sejarah dari Sebelum Masehi menajdi Masehi. Allah datang ke Bumi dan menginvasi sejarah manusia. Dan berkat itulah, dunia ini tidak akan pernah sama lagi.

Namun ini bukan sebuah misi yang ala kadarnya. Allah mengutus Anak-Nya sebagi Juruselamat bagi seluruh dunia, agar semua orang dapat mengenal-Nya.

Alkitab mengatakan, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan" (1 Timotius 2:5-6).

Dalam Alkitab, simbol dari pengorbanan Yesus disebut sebagai "Pengorbanan Anak Domba." Alkitab menggunakan metafora ini sebab anak domba tidak berbahaya. Mereka bukan predator. Mereka polos. Yesus tidak menyakiti siapa pun, dan Dia tidak pantas untuk mati. Dia adalah Anak Allah, namun Allah mengizinkan Dia untuk dikorbankan demi kita - kita semua.

Allah tahu rasa sakit dari kehilangan seorang anak, karena Ia mengutus Anak-Nya sendiri untuk mati menggantikan Anda. Dan Ia melakukannya demi setiap orang yang pernah tinggal di planet Bumi ini. Tidak ada orang yang berada di luar kasih dan jangkauan Allah. Bahkan Anda.


Renungkan hal ini:

Mengapa salib Kristus begitu penting untuk Natal?

Apa yang bisa Anda lakukan di Natal ini untuk mengingat dan menghargai harga yang telah Yesus bayar untuk menghubungkan Anda dengan Bapa Surgawi?

Mengapa beberapa orang menganggap jika mereka berada di luar jangkauan kasih dan pengampunan Allah? Apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu seseorang untuk memahami di Natal kali ini tentang apa yang telah Yesus lakukan baginya di kayu salib?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 10; Wahyu 15


Tidak ada orang yang berada di luar kasih dan jangkauan Allah. Bahkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

0 Tiga Cara Tuhan Ikut Menanggung Rasa Sakit Anda

Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Saya tidak tahu apa kepedihan yang Anda rasakan di Natal ini. Saya pun tak tahu apa yang menyebabkan kepedihan Anda. Tapi saya percaya Tuhan tahu itu. 

Tuhan bukan kuasa yang nun jauh di sana. Ia juga bukan Tuhan yang tak punya perasaan. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan tahu tentang rasa sakit kita. Dan Ia bukan hanya peduli dengan rasa sakit kita, tapi Ia juga ikut merasakannya, bahkan sama-sama menanggungnya. Alkitab mengatakan, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18).

Saya percaya ini meski saya tidak tahu apa-apa tentang rasa sakit Anda. Mengapa? Sebab saya kenal Tuhan. Dan saya kenal Trinitas – Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap bagian dari Trinitas aktif bekerja dalam hidup Anda saat Anda menghadapi masa-masa sulit. 

Pertama, Bapa surgawi turut berbagi kepedihan Anda.

Allah mengerti dan ikut berbagi rasa sakit Anda karena Ialah Sang Pencipta Anda. Dialah yang memberi Anda kemampuan untuk mengatasi rasa sakit dan juga kegembiraa Anda. Alkitab mengatakan: "Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka" (Mazmur 33:15). Allah mengerti perasaan kita karena Ia adalah Tuhan yang punya perasaan. Satu-satunya alasan mengapa Anda memiliki berbagai macam perasaan yaitu karena Anda diciptakan seturut dengan gambar Allah. Apabila Allah tak memiliki perasaan atau emosi, maka Anda pun tak memilikinya.

Kedua, Yesus memahami rasa sakit Anda.

Yesus memahami rasa sakit Anda karena Ia penah merasakannya. Dia juga pernah menderita. Dia pernah dikhianati, ditinggalkan, juga merasakan lelah - seperti Anda. Dia datang ke Bumi dan hidup sebagai manusia sepenuhnya. Dia mengalami segala sesuatu yang kita alami dalam rupa manusia. Alkitab mengatakan ini tentang Yesus, "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita," (Ibrani 4:15a).

Ketiga, Roh Kudus berdoa untuk Anda ketika Anda mengalami rasa sakit.

Alkitab mengatakan, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26).

Alkitab mengatakan bahwa ketika Anda terluka, Roh Kudus berdoa untuk Anda, mulai dari keluh tanpa kata-kata hingga rintihan kesakitan Anda. Dia mengerti luka Anda. Dia tahu apa yang Anda rasakan. Dan Dia sanggup mengubah perasaan-perasaan Anda itu menjadi doa.

Ketika Anda terluka, Anda tidak perlu melaluinya sendirian. Tuhan mengerti rasa sakit Anda karena Ia yang menciptakan seluruh perasan Anda. Yesus mengenal rasa sakit Anda dari pengalaman-Nya sendiri. Dan Roh Kudus turut berdoa untuk Anda.


Renungkan hal ini:

Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda sendiri saat menghadapi rasa sakit Anda. Lalu, bagaimana Anda menanggapi kebenaran ini?

Apa rasa sakit yang telah Anda alami dimana Anda sulit untuk percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai Anda? Mengapa?

Siapa seseorang dalam kehidupan Anda yang perlu mendengar pesan ini? Bagaimana Anda bisa berbagi kabar sukacita ini kepada orang tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 9; Wahyu 14


Tuhan mengerti rasa sakit Anda karena Ia yang menciptakan seluruh perasan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Natal Ialah Tentang Kekekalan Anda

Yohanes 1:12 "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."

Coba nyalakan televisi atau surfing di Internet di musim Natal ini, Anda tentu akan menemukan segala macam pesan Natal. Tapi untuk Dia yang telah menciptakan Natal - Allah - hanya ada satu pesan yang benar-benar penting.

Allah ingin berbagi dengan Anda.

Itulah inti dari Natal. Anda tak diciptakan hanya untuk hidup 80 atau 90 tahun di Bumi dan kemudian mati. Anda jauh lebih berharga dari itu bagi Allah. Dia punya beberapa rencana jangka panjang untuk Anda. Dia merancang Anda untuk hidup kekal selamanya. 

Suatu hari jantung Anda akan berhenti. Dan itu akan menjadi akhir dari detak jantung Anda, namun itu tak akan menjadi akhir dari hidup Anda. Anda akan bertahan selamanya - triliunan tahun! Dan Allah ingin Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya. 

Ia mengutus Yesus ke Bumi sebagai seorang bayi agar suatu hari Ia mati demi dosa-dosa Anda dan agar kemudian Anda bisa menghabiskan waktu selamanya bersama Dia.

Itulah berita besar Natal. Tawaran ini diberikan buat semua orang. Alkitab mengatakan tentang Yesus, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12).

Allah ingin menghabiskan kekekalan Surga bersama Anda, maka Ia membuat jalan menuju diri-Nya dengan mudah: Percaya dan terimalah Ia. Percayalah bahwa Yesus Kristus telah mati untuk dosa-dosa Anda, dan terimalah Ia untuk masuk ke dalam hidup Anda. Allah telah mengutus Anak-Nya ke bumi 2016 tahun yang lalu untuk mati bagi Anda. Itulah hadiah Natal pertama Allah yang dikirim untuk Anda ribuan tahun lalu, bahkan sebelum Anda dilahirkan. 

Jujur saja, merayakan Natal tapi tidak menerima hadiah nomor satu yang sudah Allah persiapkan untuk Anda adalah hal yang bodoh. Jika Anda melakukan hal tersebut, sesungguhnya Anda benar-benar telah melewatkan inti Natal. Kisah Para Rasul 10:34b-35 mengatakan, "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya."

Apa pun yang telah Anda lakukan atau ke mana pun Anda telah pergi, Anda punya sebuah tempat dalam keluarga Allah yang kekal, yang siap dan yang sedang menantikan Anda. 

Apakah Anda siap? Apa lagi yang Anda tunggu?


Renungkan hal ini: 

Apakah Anda sedang menyambut hadiah nomor satu dari Allah di Natal ini? Apakah Anda siap menerimanya? Apa lagi yang Anda tunggu?

Allah telah mengutus Yesus ke Bumi untuk mati buat Anda, lalu bagaimana Anda memuliakan Dia?

Pikirkan tentang rencana-rencana Natal Anda. Apa yang bisa Anda lakukan untuk menggarisbawahi kepada keluarga dan sahabat-sahabat Anda bahwa hadiah utama dari Allah ialah Ia telah mengutus Anak-Nya untuk mati bagi mereka? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 8; Wahyu 13


Undangan-Nya terbuka lebar, maka percaya dan sambutlah Dia 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Yang Harus Dipikirkan Sebelum Anda Mabuk di Musim Liburan Ini

Efesus 5:18 "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh"

Apakah pantas orang Kristen mabuk?

Alkitab memberitahu kita sebuah kisah tentang Yohanes Pembaptis yang telah ditugaskan oleh Allah semenjak ia di dalam di rahim ibunya. Dalam Lukas 1:15, malaikat Tuhan berkata bahwa Yohanes, "Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;"

Yohanes Pembaptis memberi kita teladan yang baik sepanjang hidupnya: ia tidak minum anggur atau minuman keras. Secara pribadi, saya tidak minum sama sekali. Itu, agaknya, karena saya dibesarkan di rumah yang akrab dengan minuman keras dan telah melihat betapa besar kehancuran yang didatangkan oleh minuman, saya sama sekali tak melihat ada satu pun hal baik dari minum minuman keras. Yang saya lihat hanya ada hal buruk yang timbul dari sana: rumah tangga yang hancur, kekerasan, kecelakaan, orang tewas karena pengemudi yang mabuk, kecanduan, kesehatan yang terancam. . . dan masih banyak lagi. 

Mabuk tidak akan pernah membuat sesuatu jadi lebih baik, yang ada hanya lebih buruk. Semua ilustrasi tentang kemabukan digambarkan oleh Alkitab selalu berakhir dengan bencana. 

Nuh mabuk, dan dalam keadaan telanjang, ia bertindak tanpa malu. Lot mabuk dan kedua putrinya melakukan incest atau hubungan sedarah dengan dia. Belsyazar, dalam Daniel 5, pesta anggur dan menyembah dewa-dewa. Dan di malam itu pula ia kehilangan tahtanya. 

Banyak kerajaan, keluarga, karir, pelayanan, dan kehidupan tersesat karena minuman keras. 

"Tapi aku bebas untuk minum, Greg!" sebagian orang berkata pada saya. Saya tidak bisa sepenuhnya memperdebatkan hal ini. Saya pribadi pun punya kebebasan untuk minum sebanyak yang saya mau, tapi saya memilih untuk tidak minum! Seperti yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Korintus, "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun" (1 Korintus 6 :12). Saya tidak ingin berada di bawah kuasa siapa pun atau apa pun, kecuali Yesus Kristus!

Berikut sebuah pemikiran revolusioner: Jika Anda tidak minum, Anda tidak akan pernah mabuk. Jika Anda minum, Anda mungkin akan mabuk. Apakah itu sebanding dengan resikonya?

Berikut satu pertanyaan lagi untuk Anda: Akankah yang Anda sebut-sebut sebagai kebebasan Anda itu bisa menyebabkan orang percaya lainnya tersandung dalam iman mereka? 1 Korintus 8:9 mengatakan, "Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah."

Yohanes Pembaptis tidak pernah menyentuh alkohol, tapi sebaliknya, ia "penuh dengan Roh." Alkitab mengatakan, "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh." (Efesus 5:18). 


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 1; I Petrus 4-5


Lebih baik dipenuhi dengan Roh Kudus daripada dipenuhi dengan roh-roh
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Akibat Dari Kemarahan Yang Tak Terkendali

Amsal 29:22 "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."

Kemarahan punya harga yang harus dibayar. Bila Anda paham dengan fakta ini, Anda mungkin lebih bisa mengendalikan kemarahan dalam hidup Anda. Alkitab memberitahu kita, "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya" (Amsal 29:22). Kebanyakan dari kita pasti pernah melihat seseorang melakukan hal yang amat bodoh karena orang itu sedang marah. 

Alkitab sangat spesifik menjelaskan tentang akibat dari kemarahan. Alkitab mengatakan:

Kemarahan menyebakan pertengkaran (Amsal 15:18).
Kemarahan menyebabkan kesalahan (Amsal 14:29).
Kemarahan menyebabkan hal-hal bodoh (Amsal 14:17).

Anda mungkin pernah melihat semua akibat-akibat itu dari kemarahan Anda sendiri atau orang lain. Alkitab juga mengatakan dengan jelas tentang dampak dari kemarahan yang diekspresikan dengan tak pantas. Amsal 11:29 mengatakan, "Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak."

Pikirkan dampak dari amarah bagi keluarga Anda. Sebagai orang tua, kita sering diuji untuk memakai kemarahan untuk memotivasi anak-anak kita. Itu mungkin bekerja untuk jangka pendek. Ketika Anda marah, Anda memberi ketakutan yang besar kepada mereka. Anak-anak Anda mungkin bisa taat untuk jangka waktu pendek, namun Anda akan kalah dari mereka untuk jangka waktu lama. 

Hasil akhir dari amarah yang tak terkendali ini ialah keterasingan. Anda sebenarnya tengah mengasingkan diri Anda dari orang yang paling Anda kasihi. Dan ujung-ujungnya, Anda akan semakin marah dan akhirnya menjadi apatis (masa bodoh). Hasilnya, tak ada seorang pun yang ingin berada di dekat Anda.

Sesungguhnya Anda kalah ketika Anda hilang kesabaran. Anda mungkin bisa kehilangan reputasi Anda, pekerjaan Anda, anak Anda, atau cinta dari suami atau istri Anda ketika Anda hilang kendali.

Dan itu tak sebanding dengan akibatnya. 

Renungkan hal ini : 

Apa yang Anda perhatikan dari orang-orang yang malah menjadi terasingkan dari orang lain karena kemarahan mereka?

Jika Anda kadang menunjukkan amarah yang tak terkendali, apa dampak buruknya untuk hidup Anda?

Apa cara praktis yang bisa Anda pakai untuk mengontrol kemarahan Anda sehingga itu tidak menyebabkan rasa sakit untuk Anda atau untuk orang di sekitar Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39

Sesungguhnya Anda kalah ketika Anda hilang kesabaran
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Sudah Saatnya Melakukan Kehendak Tuhan

Pengkhotbah 3:13 "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah."

Di abad ke-21 ini dimana kita terlalu sibuk bekerja, terlalu tertekan, dan terlalu banyak kegiatan, ini mungkin salah satu kalimat yang paling penting dan yang paling memerdekakan yang pernah Anda baca: Anda punya waktu yang lebih dari cukup untuk melaksanakan kehendak Allah.

Itu artinya jika Anda merasa tak punya cukup waktu dalam sehari, salah satu dari dua penyebab berikut adalah benar adanya: 

1. Anda melakukan hal-hal yang Allah tidak minta Anda lakukan.
2. Anda melakukan hal-hal yang Allah minta namun dengan cara yang salah.

Allah tidak akan memberi daftar hal-hal yang harus Anda lakukan tapi tidak memberi Anda waktu untuk mengerjakannya. Entah apakah Anda mencoba melakukannya terlalu keras, atau Anda hanya membuang-buang waktu Anda, salah satunya adalah penyebabnya. Tak ada alasan lain lagi. 

Apa pun penyebabnya, Anda perlu belajar untuk menikmati momen itu. Alkitab mengatakan, "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah" (Pengkhotbah 3:13).

Terlalu banyak dari kita menjadi korban dari perangkap yang mengerikan. Saya menyebutnya cara berpikir "ketika dan kemudian." Kita percaya bahwa "ketika" kita mencapai cita-cita kita, kita akan bahagia. Mungkin gol kita ialah kelulusan, pernikahan, atau target finansial. Tapi kemudian Anda tidak akan bahagia. Anda hanya akan menikmati bahagianya pencapaian tujuan itu hanya selama tiga detik, sebab kemudian Anda akan mulai bertanya pada diri sendiri, "Apa selanjutnya?" Siklus ini terus terulang kembali. 

Apakah Anda lelah, penat, atau stres? Allah sesungguhnya ingin memberkati Anda lebih lagi. Jika Anda tengah memikul beban yang begitu berat, itu bukan dari Yesus. Kata-Nya dalam Matius 11, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11:28,30).

Renungkan hal ini: 

Apa momen-momen di masa lalu Anda yang tak bisa Anda nikmati karena disebabkan oleh kesibukan Anda? 

Cita-cita apa yang sudah Anda raih di masa lalu yang Anda pikir akan memuaskan hati Anda, tapi ternyata tidak? 

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengubah prioritas dan jadwal aktivitas Anda, sehingga Anda punya cukup waktu untuk melakukan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11

Setiap momen dalam hidup Anda ialah karunia dari Allah. Dia tak ingin Anda melewatkan satu pun darinya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tiga Hal Yang Harus Dihindari Saat Marah

Efesus 4:26a "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu."

Kita semua pasti pernah marah.
Masing-masing kita menanganinya dengan berbeda-beda dan tak satu pun dari kita yang bisa lepas dari emosi ini sepenuhnya.
Tapi hanya karena kita marah bukan berarti kita sedang berbuat dosa.

Alkitab mengatakan, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa" (Efesus 4:26a).
Paulus memberitahu kita dalam ayat ini agar tidak membiarkan kemarahan kita menggiring kita ke dalam dosa.
Itu artinya kemarahan bukan selalu artinya dosa. Yang benar adalah, kita dapat menangani kemarahan dengan cara yang tepat dan benar.

Sayangnya, sebagian besar dari kita mengekspresikan kemarahan dengan cara-cara yang malah menjauhkan kita dari tujuan-tujuan kita, ketimbang mendekatkan kita.

Sebagai contoh, berikut tiga hal yang harus dihindari ketika Anda marah:

Jangan memendam kemarahan Anda. Jangan menyimpannya di dalam. Ketika Anda memendam kemarahan, tak mengekspresikannya dengan dengan cara yang tepat, itu seperti mengocok sebotol minuman bersoda. Itu akan meledak! Pada akhirnya itu akan berdampak pada tubuh Anda. Dokter memberitahu kita sejumlah penyakit ringan yang biasanya disebabkan oleh kemarahan yang ditekan.

Jangan memendamnya. Ketika Anda memendam amarah Anda, Anda sesungguhnya hanya menyangkalnya. Memungkiri kenyataan bahwa Anda marah akan membuat Anda tertekan. Dulu waktu saya lebih banyak melayani konseling, saya sering mendengar banyak orang berkata pada saya jika mereka sedang stres, tapi sebenarnya mereka hanya marah saja. Mereka pikir orang Kristen itu tidak boleh marah, jadi mereka hanya memendamnya. Menyangkal kemarahan adalah dosa. Itu sama saja berbohong.

Jangan mengekspresikannya dengan cara yang tidak pantas. Tanpa disadari, kita bisa mengekspresikan kemarahan dengan berbagai cara yang tidak pantas. Kita bisa cemberut, melontarkan sarkasme, memanipulasi, atau melakukan hal bodoh (mabuk, berselingkuh, dll). Tak satu pun dari pendekatan-pendekatan tersebut bisa menolong kita mendapatkan penyelesaian yang kita cari.

Jadi apa yang harus kita perbuat dengan kemarahan kita?

Mengakuinya. Jangan hanya mengakui kemarahan Anda, tapi juga akui penyebabnya. Katakan kepada Allah - dan kepada siapa pun yang berkonflik dengan Anda - bahwa Anda frustrasi atau merasa terancam. Semakin jujur Anda dalam relasi-relasi Anda, semakin mudah Anda sampai ke akar penyebab kemarahan Anda.

Tetapi, ini kabar baik tentang kemarahan Anda: Anda mungkin dibesarkan di rumah yang penuh dengan kemarahan yang tak pantas secara terus menerus. Kemarahan yang tak pantas mungkin bisa dipelajari, tapi juga bisa tidak dipelajari. Anda bisa berubah. Anda tak harus selamanya menjadi orang yang sama. 

Renungkan hal ini: 

Bagaimana keluarga Anda menangani kemarahan ketika Anda dibesarkan?

Manakah dari ketiga cara yang tak pantas dalam menangani kemarahan Anda yang cenderung Anda pakai? Apa kata keluarga Anda tentang cara yang sering Anda gunakan?

Apa amarah yang tengah Anda hadapi sekarang?

Bagaimana Tuhan ingin Anda menanganinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18

Jangan hanya mengakui kemarahan Anda, tapi juga akui penyebabnya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jika Anda Menghamba Pada Berhala, Anda Akan Menjadi Seperti Mereka

Mazmur 115:8 "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya."

Saya telah menjelaskan dalam renungan kemarin bahwa setiap orang percaya pada sesuatu. Kita bahkan bisa saja menjadikan hal-hal yang baik - seperti pernikahan kita, keluarga kita, atau bahkan pelayanan kita di gereja - sebagai berhala.

Namun percaya pada hal-hal lain selain Allah memberi efek yang merugikan terhadap kehidupan kita. Jika kita menganggap siapa yang bersama kita atau apa yang kita kerjakan akan membuat kita betul-betul puas, maka kita sedang mengantarkan diri kita pada kekecewaan yang mendalam. Alkitab mengingatkan kita ini dalam kitab Yeremia ketika ia berkata, "Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya" (Yeremia 10:14).

Tapi kenyataannya, kita melakukan ini sepanjang waktu dengan karier, hubungan, dan dengan uang di tabungan kita. Kita bertingkah seolah-olah hal-hal yang diciptakan tersebut bisa memberi makna dalam hidup kita.

Dan bila kita sedang mempraktekkan hal itu, kita sesungguhnya hanya sedang mengantarkan diri kita pada kegagalan. Alkitab mengatakan, "Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: "Bukankah dusta yang menjadi peganganku?" (Yesaya 44:20).

Oh ya, lagipula berhala-berhala adalah pendusta. Sayangnya, berhala tidak hanya berhenti di situ saja bahkan setelah ia sukses mengecewakan kita. Sebab pada akhirnya, mereka ingin memperbudak kita.

Alkitab mengatakan, "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya" (Mazmur 115:8). Apa pun yang paling Anda hargai dalam hidup, seperti itulah Anda akan menjadi. Jika Anda begitu mencintai uang, maka Anda akan menjadi materialistis. Jika Anda begitu mencintai kesenangan, maka Anda akan menjadi hedonis. Jika Anda begitu mencintai pekerjaan, maka Anda akan menjadi pragmatis (mengutamakan hasil). Jika Anda lebih mencintai Yesus Kristus dibanding itu semua, maka Anda adalah akan menjadi seorang Kristen sejati.

Jadi, jika menjunjung tinggi hal-hal duniawi sebagai yang utama dalam hidup kita itu salah, lalu mengapa kita masih melakukannya?

Karena kita ingin tuhan yang bisa kita kontrol. Kita ingin mengaturnya. Jika kita menjadikan uang sebagai tuhan kita, maka kita bisa mengendalikannya. Jika kita menjadikan orang lain sebagai tuhan kita, maka kita bisa memerintah mereka. Dan itu membuat kita merasa lebih baik.

Tetapi sebaliknya, kita tidak bisa mengendalikan Allah. Dia berkata, "Jangan coba mengecilkan-Ku. Jangan coba menyesuaikan-Ku dengan gaya hidupmu. Jangan coba mengontrol-Ku."

Renungkan hal ini:

Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain yang mengagungkan berhala-berhala dalam hidup mereka, yang pada akhirnya malah mengendalikan mereka?

Bagaimana bisa bahkan hal-hal yang sehat sekalipun bisa menjadi berhala dalam hidup kita?

Apa yang Anda butuhkan agar bukan berhala yang menjadi tuhan Anda, melainkan Allah semata?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 3-4; Ibrani 6:9-20

Jika Anda lebih mencintai Yesus Kristus dibanding itu semua, maka Anda adalah akan menjadi seorang Kristen sejati
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pelayanan Perdamaian Anda

2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kam. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Ketika Anda ingin memperbaiki sebuah hubungan yang berkonflik, Anda harus fokus pada proses rekonsiliasi (pendamaian), bukan resolusi (pemecahan) masalah. Ini dua hal yang amat berbeda! Rekonsiliasi berarti menguatkan hubungan. Tapi bukan berarti Anda akan menikahi mantan suami Anda kembali; melainkan Anda akan berdamai dengan satu sama lain kembali.

Resolusi artinya Anda menyelesaikan setiap ketidakcocokkan yang mana, jujur saja, sulit sekali terjadi. Sebab jujur, pasti akan ada sesuatu dalam pernikahan, pertemanan, dan hubungan berelasi Anda yang tak akan pernah bisa Anda sepakati, sebab kita semua berbeda. Namun Anda bisa berselisih paham tanpa harus marah-marah. Itu dinamakan kedewasaan. Itu dinamakan hikmat. Itu dinamakan serupa dengan Kristus. Kita bisa bersatu tanpa harus satu seragam. Kita bisa bergandengan tangan tanpa harus tidak enak dengan yang lain. 

Saya dan istri saya Kay telah menikah selama 40 tahun, dan ada banyak hal yang kami berdua tidak sepakati. Tapi kami berjalan beriringan untuk mendukung satu sama lain. Kami hidup dalam damai sejahtera. Ini yang kami pelajari dari konseling pernikahan; ketika Anda fokus memperbaiki pernikahan Anda, seringkali Anda sadar inti masalahnya hanyalah hal sepele. Ada berapa banyak dari argumen -argumen Anda yang disebabkan oleh hal sepele? Inilah saatnya, Anda perlu kembali fokus menata hubungan Anda. 

Ada banyak konflik di dunia ini yang dipenuhi dengan perpecahan, argumen, prejudisme, rasisme, terorisme, dan perpisahan. Dan hasilnya kita memiliki hubungan yang rusak. Kita memiliki ekonomi yang rusak. Kita memiliki rumah tangga yang rusak. Dan akhirnya, kita akan memiliki kehidupan yang menderita dan kepedihan. 

Saya menantang Anda sebagai seorang percaya untuk menjadi penggagas rekonsiliasi di dunia yang penuh konflik ini. Jadilah pembangun jembatan, bukan pembangun dinding. Carilah cara untuk mempersatukan orang lain, ketimbang menceraiberaikan mereka. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kamu. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Renungkan hal ini: 

Apa inti dari pertikaian dalam rumah tangga atau pertemanan Anda yang belum Anda selesaikan?

Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk mendamaikan hubungan tersebut, ketimbang menyelesaikan masalahnya? 

Bagaimana Anda berusaha menjadi penggagas rekonsilisasi di dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 45-48; Titus 1

Jadilah pembangun jembatan, bukan pembangun dinding. Carilah cara untuk mempersatukan orang lain, ketimbang menceraiberaikan mereka
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tentang Hyper Grace


Hyper Grace !!! Apa dan bagaimana sih pengajaran hyper grace itu ? Apa sesuai dengan Alkitabiah ? Pengajaran yang baru-baru ini sedang marak terjadi khususnya di Indonesia.

Datang dan dapatkan pencerahan yang benar apa yang Alkitab katakan mengenai Hyper Grace oleh Pdt. Gani Wiyono dalam ibadah Minggu 20 November 2016 jam 08.00 WIB dilanjutkan dengan Seminar pada hari yang sama jam 10.30

Tempat di GSJA Sword Generation, Jl. Kartini 8 No.1A (Depan Kantor Pajak) Jakarta Pusat.
Tuhan Yesus memberkati kita semua... Amin.

Read more

0 Ambil Langkah Pertama Dalam Berintegritas

Ayub 8:5-7 "Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia."

Mungkin sulit bagi Anda untuk membaca Pesan Tuhan mengenai integritas atau kejujuran karena Anda akan terus mengingat kembali kegagalan Anda, gagal menggunakan segala peluang untuk menunjukkan kejujuran Anda. Anda akan mengingat-ingat kembali semua kemerosotan moral dalam hidup Anda. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan-kegagalan yang sama. 

St. Agustinus mengatakan bahwa mengakui perbuatan buruk adalah awal dari perbuatan baik.

Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi pria atau wanita yang memiliki integritas, langkah pertama ialah dengan mengakui bahwa Anda belum memilikinya. Akuilah jika Anda tak selalu menepati janji-janji Anda. Anda seringkali bergosip, dan Anda menyukainya. Kadang Anda bermalas-malasan di kantor. Kadang Anda berpura-pura menjadi orang lain. Akui saja itu semua kepada Tuhan!

Banyak orang membagi-bagi kehidupan mereka dengan berpikir bahwa mereka bisa hidup kudus selagi menyembunyikan dosa di satu sisi kehidupan, asalkan dosa itu tidak mempengaruhi sisi kehidupan Anda yang lainnya. Saya menyebut hal ini "mitos Titanic." Titanic seharusnya menjadi kapal pertama yang tak bisa tenggelam karena itu merupakan kapal pertama yang dibangun dengan lambung kapal yang bertingkat dan terpisah. Secara teori, ketika kapal itu menerjang badai, para pelaut bisa langsung menutup rapat semua pintu sehingga badai itu tidak menenggelamkan seluruh kapal. 

Tetapi saudara-saudara, ketika badai pergumulan datang ke dalam hidup Anda, sebuah lubang kecil di perahu tetaplah sebuah lubang di perahu, dimana pada akhirnya itu akan menenggelamkan Anda. Area kecil yang Anda pikir bisa Anda kendalikan akhirnya akan membawa Anda dalam kejatuhan, dan itu akan mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Sebab dosa itu sifatnya personal, tetapi bukan rahasia. 

Tak satu pun dari kita yang sempurna, tapi Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk menjadi sempurna! Ia mengharapkan Anda untuk memiliki integritas dan kejujuran, dan titik awal untuk memilikinya ialah dengan mengakui dosa-dosa Anda - tak peduli seberapa panjang daftar dosa Anda. 

Tuhan lebih tertarik pada hati Anda ketimbang dosa-dosa Anda. Anda tidak akan pernah menjadi sempurna. Anda tidak akan pernah tidak berdosa. Tapi Anda bisa mencegah dosa terjadi. 

Itulah pilihan untuk menjadi orang yang berintegritas. 

Renungkan hal ini:
Apa hal dalam kehidupan Anda yang tak Anda campur adukkan dengan keluarga Anda? 

Bagaimana keputusan Anda itu mempengaruhi Anda secara jasmani, spiritual, dan emosional?

Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda mengakui dosa Anda sementara Ia telah mengetahuinya? 

Bagaimana bisa dosa Anda ikut berdampak pada orang lain, bahkan ketika mereka tak tahu apa-apa tentang itu? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 19 - 22; II Timotius 2:1-13

Pilihan untuk menjadi orang yang berintegritas adalah berani jujur dan mau mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Orang Yang Berintegritas

Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Di dunia yang benar-benar terobsesi dengan penampilan dan kesan, bagaimana Anda tetap menjadi kudus ketika semua orang berpura-pura? Orang-orang itu tak punya integritas. Mereka menyimpang, mereka berpikiran dangkal, mereka curang, dan mereka tak menepati janji mereka.

Lalu bagaimana Anda tetap menjadi diri Anda sendiri? 

Hanya ada satu cara. Anda harus lebih peduli dengan persetujuan Tuhan ketimbang persetujuan atau pengakuan orang lain. Itulah satu-satunya cara Anda menjadi orang-orang yang jujur, menjadi diri sendiri. Sebab apabila Anda peduli dengan apa yang Tuhan pikirkan, maka Anda akan melakukan apa yang benar. Tapi jika Anda lebih peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, Anda kerap melakukan yang salah.

Mazmur 119:9 mengatakan, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Satu-satunya cara Anda bisa mengetahui apakah Tuhan mengijinkannya dan untuk mengetahui apa yang Ia pikirkan tentang Anda ialah dengan membaca Alkitab. Anda harus tinggal di dalam Firman Tuhan! Bila tidak, Anda tak akan memiliki kekuatan dan stamina untuk menjalankan hidup yang jujur, berintegritas.

Jika Anda tak pernah melakukan waktu tenang di dalam Firman Tuhan, jika saya melewatkannya beberapa hari saja, saya bisa rasakan perbedaannya - bahkan semua orang pun bisa tahu!- karena saya mulai jadi mudah tersinggung. Jika saya tidak terhubung dengan Tuhan melalui Firman-Nya, saya tidak akan mendapatkan kekuatan spiritual untuk dengan jelas mengabarkan Firman Tuhan kepada Anda. Saya tak akan punya kekuatan untuk hidup berintegritas. 

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer. Anda akan capek berusaha melakukan yang benar sekaligus tetap jadi diri sendiri, tetap kudus, sementara Anda harus senantiasa harus diperbaharui dan dikuatkan. 

Anda dapat melakukannya dengan membaca dan mempelajari Alkitab, Firman Tuhan. 

Renungkan hal ini: 

Bagaimana dengan membaca Firman Tuhan memberi Anda kekuatan? 

Mengapa penting membaca Alkitab? 

Apa beberapa janji Allah dalam Alkitab yang menguatkan Anda ketika Anda harus membuat keputusan yang benar tapi tidak disukai banyak orang? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 16 - 18; II Timotius 1

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa Tembok Yerikho Anda?

Yosua 6:3,15 "Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali."

Ketika Allah memerintahkan orang Israel untuk berjalan mengelilingi kota Yerikho, mereka melakukannya. Pada saat itu penduduk Yerikho mungkin menertawakan mereka. Dasar segerombolan orang bodoh! Lihat orang-orang ini! Mungkin juga mereka melemparkan sesuatu pada orang Israel atau melemparkan sampah pada mereka. Siapa tahu? Tetapi setiap hari, mereka tekun berjalan mengelilingi kota itu.

Mengapa Allah membiarkan mereka melakukan itu? Saya pikir salah satu alasannya adalah karena Ia memberi penduduk Yerikho kesempatan untuk bertobat. Orang-orang tersebut jahat. Mereka menyembah berbagai jenis berhala, melakukan penyimpangan dan dosa. Allah telah dengan sabar melihat kejahatan yang dilakukan orang-orang Kanaan dari semenjak zaman Abraham hingga Musa, selama periode 400 tahun. Mereka sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk bertobat sebelum Allah meruntuhkan tembok Yerikho. Orang Kanaan tahu orang Israel akan mendatangi mereka.

Buat saya, alasan lain mengapa Allah menyuruh orang Israel mengelilingi kota itu yaitu agar mereka melihat betapa beratnya rintangan yang mereka hadapi, dan agar mereka paham bahwa mereka tak bisa mengatasinya sendiri.

Sebagai orang percaya, kita masing-masing memiliki tembok Yerikho dalam kehidupan kita, masalah-masalah yang kian membesar dan perkara-perkara yang tak bisa kita tangani sendiri. Terkadang Tuhan mengharuskan kita untuk bersusah payah mengatasainya, sehingga kita bisa mengerti bahwa kita tak dapat mengandalkan diri sendiri.

Kesulitan terbesar bagi banyak orang ialah untuk sampai ke satu titik di mana mereka bersedia mengakui bahwa masalah yang tengah mereka perangi terlalu berat untuk mereka, di mana mereka bersedia berkata, "Aku tidak bisa melakukan ini sendiri."

Apakah saat in Anda memiliki tembok Yerikho Anda? Mungkin itu berupa penyakit yang tak bisa disembuhkan. Mungkin itu berupa masalah yang tak terpecahkan. Mungkin itu berupa pernikahan yang di ujung tanduk. Mungkin itu berupa anak yang pembangkang. Apabila ketika Anda memikirkan hal ini Anda tak tahu lagi harus berbuat apa, itulah yang disebut tembok Yerikho Anda. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 12-15; I Timotius 6

Terkadang Tuhan mengharuskan Anda untuk bersusah payah dalam mengatasi masalah Anda, sehingga Anda bisa mengerti bahwa Anda tak dapat mengandalkan kekuatan sendiri. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bergantung Pada-Nya

Yesaya 42:8 "Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung."

Pernahkah Anda perhatikan bahwa Yesus tak pernah menyembuhkan orang-orang dengan cara yang sama? Kadang Dia menyembuhkan dengan menyentuh orang, tapi kadang orang yang menyentuh-Nya. Di lain kesempatan Ia menyatakan kesembuhan, dan mereka pun sembuh.

Tampaknya seolah-olah Tuhan berusaha lebih untuk mewujudkan tujuan-Nya melalui cara-cara yang beragam dan tidak biasa. Kita melihat satu contoh tentang hal ini dalam kisah Naaman. Sebagai panglima raja Aram, ia terkenal, kuat, berpengaruh, dan dikagumi oleh banyak orang. Namun malangnya ia menderita penyakit kusta. Ada seorang hamba Israel yang bekerja di rumahnya yang menyarankan agar ia pergi ke Israel, sebab ada seorang nabi bernama Elisa yang bisa mendoakannya agar ia sembuh.

Maka Naaman pergi menemui raja Aram dan menyampaikan padanya apa yang dikatakan oleh hambanya itu. Maka sang raja mengirim pesan kepada raja Israel, berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya" (2 Raja-raja 5:6) .

Naaman dan rombongannya tiba di kota dan berhenti di depan rumah Elisa, mengharapkan ia disambut bak pejabat kerajaan. Tetapi Elisa tidak menemuinya, ia hanya mengirim hambanya, Gehazi, untuk menyampaikan pesannya ke Naaman: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."

Ada alasan mengapa Allah ingin Naaman memperoleh kesembuhannya dengan cara ini. Untuk mencelupkan dirinya ke dalam air, Naaman harus melepas baju dan pakaian kerajaannya dan memerlihatkan dirinya kepada Allah dengan sejujur-jujurnya. 

Allah senang memakai metode yang berbeda-beda agar kita bisa senantiasa bergantung kepada-Nya - sehingga nama-Nya dipermuliakan. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 6-11; I Timotius 5

Bergantung pada-Nya artinya percaya sepenuhnya atas apapun yang ingin Ia kerjakan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) 

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More